WELLCOME

seni itu fleksibel
Halo nama saya Bramanta Fajar P. Blog ini saya dirikan agar para pembaca mengetahui tentang gitaris,gitar dll. Selamat membaca dan menikmati!!!!

Selasa, 25 Mei 2010

OVERTUNE

wah udah lama gak pernah posting blog nih...
kali ini saya akan membahas tentang overtune chord gitar...
sewaktu-waktu kita menyanyi rupanya nadanya kurang tinggi/ kurang rendah...untuk itu saya akan mengajarkan bagaimana caranya overtune chord gitar.....
langkah pertama...kalian harus tau apa nada dasar dari lagu tersebut...nada dasar chord lagu biasanya diawal lagu/ awal reff...
langkah kedua...ubah chord lagu tersebut dengan melihat tabel di bawah....

nada dasar   1     2      3    4     5      6      7
c                  c     d      e     f      g      a      b
d                  d     e     f#    g      a      b     c#
e                  e     f#    g#    a      b     c#    d#
f                   f      g     a     Bb    c      d      e
g                  g      a     b     c      d      e      f#
a                  a      b     c#   d      e      f#     g#


langkah 3....ganti misalnya ada chord nada dasar C = C  E  A kita ubah ke nada dasar G menjadi = G  B  E

sebelumnya maaf karena nada dasar b tidak saya tulis karena jarang dipakai di lagu-lagu apalagi di Indonesia!!!

Sabtu, 28 November 2009

INI PUISI CHAIRIL ANWAR SEMUA SAMPAI BAWAH

AKU

Kalau sampai waktuku

'Ku mau tak seorang kan merayu

Tidak juga kau


Tak perlu sedu sedan itu


Aku ini binatang jalang

Dari kumpulannya terbuang


Biar peluru menembus kulitku

Aku tetap meradang menerjang


Luka dan bisa kubawa berlari

Berlari

Hingga hilang pedih peri


Dan aku akan lebih tidak perduli


Aku mau hidup seribu tahun lagi


MAJU

Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.


Sekali berarti

Sudah itu mati.


MAJU


Bagimu Negeri

Menyediakan api.


Punah di atas menghamba

Binasa di atas ditindas

Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai

Jika hidup harus merasai




Maju

Serbu

Serang

Terjang


DIPONEGORO

Di masa pembangunan ini
tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api

Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati.

MALAM

Mulai kelam
belum buntu malam
kami masih berjaga
--Thermopylae?-
- jagal tidak dikenal ? -
tapi nanti
sebelum siang membentang
kami sudah tenggelam hilang

KERAWANG-BEKASI

Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagi.

Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,

terbayang kami maju dan mendegap hati ?


Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi

Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.

Kenang, kenanglah kami.


Kami sudah coba apa yang kami bisa

Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa


Kami cuma tulang-tulang berserakan

Tapi adalah kepunyaanmu

Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan


Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan

atau tidak untuk apa-apa,

Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata

Kaulah sekarang yang berkata


Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi

Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak


Kenang, kenanglah kami

Teruskan, teruskan jiwa kami

Menjaga Bung Karno

menjaga Bung Hatta

menjaga Bung Sjahrir


Kami sekarang mayat

Berikan kami arti

Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian


Kenang, kenanglah kami

yang tinggal tulang-tulang diliputi debu

Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi

PRAJURIT JAGA MALAM

Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ?
Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras,
bermata tajam
Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya
kepastian
ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini
Aku suka pada mereka yang berani hidup
Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam
Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu......
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu !